Hari Koperasi ke-78 di Lumajang Bentuk Rangkaian Inklusif yang Mendorong Dampak Nyata bagi Ekonomi Rakyat

Oplus_131072

Lumajang – Kilas Nusantara.id – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 di Kabupaten Lumajang tidak hanya menghadirkan euforia, tetapi menghasilkan perubahan nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan yang inklusif dan partisipatif, gaung koperasi sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan kembali menggema, kali ini dengan dampak langsung yang bisa dirasakan dari desa hingga kota.

Salah satu dampak konkret yang paling mencolok adalah dari penyelenggaraan Bazar Usaha Koperasi yang selama tiga hari berhasil mencatat omzet sebesar Rp51,8 juta. Capaian ini mencerminkan semakin meningkatnya daya saing produk koperasi dan UMKM lokal, sekaligus menunjukkan potensi koperasi sebagai pelaku ekonomi yang mampu menyentuh pasar nyata.

Tak kalah penting, peringatan ini juga menjadi momen krusial dalam memperkuat legalitas koperasi. Sebanyak 21 koperasi resmi menerima Akta Hukum dan Badan Hukum (AHU) sebagai bagian dari peluncuran 205 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dengan legalitas yang sah, koperasi kini lebih siap untuk mengakses pembiayaan, memperluas kemitraan, dan terhubung ke ekosistem digital nasional.

“Ini bukan sekadar angka, tapi pengakuan negara atas kekuatan ekonomi komunitas. Legalitas koperasi menjadi pondasi agar mereka bisa tumbuh lebih besar, transparan, dan dipercaya,” ujar Kepala Diskopindag Kabupaten Lumajang Muhammad Ridha dalam Tasyakuran Harkopnas ke-78, di Aula Pertemuan RM Pondok Asri Lumajang, Rabu (30/7/2025).

Kegiatan ini juga menyasar aspek regenerasi gerakan koperasi. Lomba Video Pendek dan Mars Koperasi menjadi ruang baru bagi generasi muda untuk menyuarakan peran koperasi dengan cara kreatif. Bukan sekadar kompetisi, kegiatan ini membentuk kesadaran bahwa koperasi bisa menjadi sarana aktualisasi anak muda dalam ekonomi berbasis nilai-nilai kolektif dan gotong royong.

Oplus_131072

Dari sisi sosial, Jalan Santai Bersama Koperasi yang digelar di Alun-Alun Utara Lumajang menjelma menjadi panggung edukasi publik. Ribuan warga ikut serta dalam suasana kebersamaan yang hangat, sekaligus menerima pesan-pesan penting tentang peran koperasi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari simpan pinjam, warung anggota, hingga koperasi produsen.

Rangkaian kegiatan ini secara keseluruhan menjadi ekosistem pembelajaran dan pemberdayaan. Koperasi tidak lagi diposisikan sebagai entitas administratif, melainkan sebagai wadah ekonomi yang relevan, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat masa kini, termasuk melalui integrasi teknologi.

“Rangkaian ini telah membuktikan bahwa koperasi bisa menjadi solusi, bukan hanya konsep. Ketika koperasi diberikan ruang, dilibatkan, dan diperkuat, maka dampaknya akan langsung terasa bagi warga,” tutup Ridha.

Dari Lumajang, semangat ini menyala menunjukkan bahwa koperasi bukan hanya bertahan, tetapi tumbuh. Dan pertumbuhannya tak hanya terukur dalam angka, melainkan dalam kepercayaan, partisipasi, dan dampak yang mengakar di tengah masyarakat.

(Dhr)