PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Keselamatan pengguna jalan di jalur Pangandaran-Cijulang, tepatnya di kawasan Sukaresik, Ciokong, kembali menjadi sorotan. Ranting dan dahan pohon yang berulang kali patah hingga jatuh ke badan jalan, bahkan disebut telah memicu kecelakaan, menimbulkan kekhawatiran warga. Dinas terkait pun didesak segera turun tangan sebelum insiden serupa kembali mengancam nyawa pengendara.
Kekhawatiran tersebut disampaikan seorang warga bernama Anton. Ia menilai, keberadaan pohon-pohon rindang yang telah berusia tua di sepanjang jalur tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama ketika dahan atau ranting yang rapuh tiba-tiba patah dan jatuh tanpa dapat dihindari, Selasa (13/10/2026)
Persoalan kecelakaan akibat ranting pohon yang kerap berjatuhan kembali menjadi perhatian. Warga berharap kondisi ini tidak terus dibiarkan hingga menimbulkan korban lebih banyak.
Menurut Anton, jalur Pangandaran-Cijulang merupakan akses penting yang setiap hari dilalui masyarakat, baik pengendara sepeda motor, mobil pribadi, maupun wisatawan. Karena itu, kondisi pepohonan di sepanjang jalan semestinya mendapat perhatian serius dari instansi yang berwenang.
“Pohon-pohon itu memang rindang, tetapi usianya sudah tua. Kalau dahan atau rantingnya patah dan jatuh ke jalan, pengendara bisa menjadi korban. Ini yang kami khawatirkan,” ungkap Anton.
Ia menegaskan, keberadaan pepohonan memang memberikan keteduhan dan mendukung penghijauan di sepanjang jalur transportasi. Namun, manfaat tersebut harus diimbangi dengan pemeliharaan rutin agar tidak berubah menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat.
Pemangkasan Dahan Rawan Patah Dinilai Mendesak
Anton berharap dinas atau instansi terkait segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi pohon-pohon di kawasan Sukaresik, Ciokong. Dahan yang rapuh, ranting yang berpotensi patah, serta cabang yang menjulur ke badan jalan perlu ditangani melalui pemangkasan sesuai hasil pemeriksaan petugas.
Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu terjadinya kecelakaan. Terlebih, ranting yang jatuh secara tiba-tiba dapat mengganggu konsentrasi pengendara, menghalangi jalur kendaraan, bahkan berpotensi menyebabkan kecelakaan serius.
Penanganan juga diharapkan tidak hanya dilakukan setelah terjadi insiden. Pemeriksaan dan pemeliharaan pohon secara berkala diperlukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, khususnya pada pohon-pohon tua yang berada di sepanjang jalur padat aktivitas masyarakat.
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan
Warga berharap pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan atas pemeliharaan pohon di ruas jalan tersebut. Langkah konkret dinilai penting agar persoalan ranting pohon yang berulang kali jatuh tidak terus menjadi ancaman bagi pengguna jalan.
“Jangan sampai menunggu ada korban lebih banyak baru dilakukan penanganan. Kami berharap dinas terkait segera melakukan pemangkasan agar pengguna jalan merasa lebih aman,” harap Anton.
Persoalan ini menjadi pengingat bahwa pemeliharaan pepohonan di ruang publik bukan sekadar menjaga keindahan dan kelestarian lingkungan. Aspek keselamatan juga harus menjadi prioritas, terutama ketika pohon-pohon tersebut berada tepat di sisi jalan yang setiap hari dilalui kendaraan.
Warga pun mendesak agar pemeriksaan dan pemangkasan dahan serta ranting yang rawan patah di jalur Pangandaran-Cijulang, khususnya kawasan Sukaresik, Ciokong, segera direalisasikan.
Jangan sampai kelalaian dalam mengantisipasi potensi bahaya membuat pengguna jalan harus menanggung risiko yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.
Sysfarras



















