BANDUNG, KilasNusantara.id — Perjalanan panjang dalam berorganisasi sejak bangku sekolah dasar mengantarkan Sri Heny Fitriyani mengemban amanah sebagai National Director Beauty Muslimah Indonesia pada 2026. Lebih dari 20 organisasi yang pernah diikutinya menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter, kepemimpinan, serta kemampuannya mengelola tanggung jawab hingga dipercaya berkiprah di tingkat nasional.
Bagi Sri Heny, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul atau menjalankan program kerja. Setiap organisasi menghadirkan pengalaman berharga dalam membangun komunikasi, memperkuat kolaborasi, mengasah kemampuan kepemimpinan, hingga memahami beragam karakter dan sudut pandang orang lain.
Pengalaman tersebut telah dilaluinya sejak usia sekolah dasar. Seiring berjalannya waktu, keterlibatannya dalam berbagai organisasi menjadi proses pembelajaran yang membentuk kedewasaan, memperluas jaringan, serta meningkatkan kapasitas diri.
Setelah menelusuri kembali perjalanan tersebut, Sri Heny memperkirakan dirinya telah terlibat dalam lebih dari 20 organisasi. Jumlah itu bukan sekadar catatan aktivitas, melainkan rangkaian pengalaman yang memberikan pelajaran tentang komitmen, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pentingnya membangun kerja sama.
Pengalaman berorganisasi itu kemudian menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan Sri Heny di dunia pageant atau ajang kecantikan muslimah.
Pada 2023, ia mengikuti ajang Beauty Muslimah Indonesia sebagai peserta dan berhasil meraih penghargaan Best Talent Beauty Muslimah Indonesia Pencapaian tersebut menjadi salah satu titik penting yang membuka kesempatan baginya untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan ajang tersebut.
Perjalanan kariernya berlanjut pada 2024 ketika Sri Heny dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Regional Director Beauty Muslimah Indonesia Jawa Barat. Peran ini memberinya pengalaman dalam mengelola kegiatan di tingkat regional, membangun koordinasi, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.
Kepercayaan tersebut kembali berkembang pada 2026. Sri Heny mendapatkan amanah sebagai National Director Beauty Muslimah Indonesia, sebuah tanggung jawab yang membawanya terlibat dalam penyelenggaraan ajang kecantikan muslimah di tingkat nasional.
Menariknya, Bandung, Jawa Barat, dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Beauty Muslimah Indonesia. Hal ini menjadi pengalaman tersendiri bagi Sri Heny karena ia berkesempatan membawa pengalaman regionalnya ke dalam penyelenggaraan berskala nasional di daerah asalnya.
Dalam menjalankan amanah tersebut, pengalaman organisasi yang telah ditempuh selama bertahun-tahun menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan. Kemampuan berkomunikasi, mengoordinasikan tim, membangun hubungan kerja, serta menyatukan beragam gagasan menjadi bagian penting dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Sri Heny memahami bahwa keberhasilan sebuah ajang tidak hanya ditentukan oleh sosok yang berada di garis depan. Di balik penyelenggaraan kegiatan, terdapat kerja kolektif, komitmen, dan kontribusi banyak pihak yang saling melengkapi.
Baginya, menjadi National Director bukan semata-mata tentang jabatan, gelar, ataupun pencapaian personal. Amanah tersebut merupakan kesempatan untuk mengimplementasikan berbagai pembelajaran sekaligus mengembangkan kapasitas diri dalam lingkup tanggung jawab yang lebih luas.
Pengalaman dari satu organisasi ke organisasi lainnya juga mengajarkannya bahwa kepemimpinan tidak berhenti pada kemampuan mengarahkan. Lebih dari itu, kepemimpinan membutuhkan kemauan untuk mendengarkan, menghargai perbedaan, membangun kepercayaan, dan bertumbuh bersama.
Perjalanan Sri Heny Fitriyani dari bangku sekolah dasar, melewati lebih dari 20 organisasi, hingga dipercaya menjadi National Director Beauty Muslimah Indonesia pada 2026 menjadi gambaran proses panjang dalam membangun kapasitas dan pengalaman.
Ia memandang setiap kesempatan sebagai ruang belajar yang memberikan nilai tersendiri. Sebab, esensi dari berorganisasi bukan hanya seberapa banyak organisasi yang pernah diikuti atau setinggi apa jabatan yang berhasil diraih, melainkan sejauh mana pengalaman tersebut mampu membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata.
Perjalanan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengalaman, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.
Sysfarras




















