Pemkab Indramayu Resmi Melarang Bus dan Truk Melintasi Jembatan 3 Desa Di Jatimulya Kecamatan Trisi

INDRAMAYU, KilasNusantara.id,  Sabtu (19/9/2026). – Pemerintah Kabupaten (Pemkb) Indramayu melarang keras kendaraan bertubuh besar seperti truk dan bus untuk melintasi Jembatan Desa 3 di Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Jalur poros yang menghubungkan tiga desa tersebut saat ini hanya diperbolehkan bagi sepeda motor dan mobil minibus.

.Langkah tegas ini diambil menyusul proyek rehabilitasi yang tengah berjalan setelah jembatan tersebut sempat roboh.

Proyek perbaikan ini digarap langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Indramayu dengan sokongan APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026.

.Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan pembatasan tonase ini krusial demi memperpanjang umur pakai jembatan serta efisiensi anggaran daerah.

Dengan menjaga infrastruktur ini, anggaran daerah bisa dialokasikan untuk pembangunan sarana publik lainnya.

.“Jembatan ini sangat vital bagi warga untuk mobilitas sehari-hari dan mengangkut hasil bumi.

Kami meminta kendaraan besar jangan melintas dulu agar jembatan tidak cepat rusak,” ujar Lucky Hakim saat meninjau langsung lokasi rekonstruksi, Sabtu (19/9/2026).

.Atasi Dampak Kekeringan Pertanian Selain mengecek jembatan, Bupati Lucky Hakim juga memeriksa kondisi sumber air serta saluran irigasi di area sekitar.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi krisis air yang mengancam produktivitas pertanian akibat musim kemarau panjang.

.Di sela kunjungan, ia berdialog langsung dengan para petani untuk menyerap aspirasi di tengah bayang-bayang ancaman gagal panen.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, Pemkab Indramayu berkomitmen mencari alternatif pembiayaan lain.

.“Kami terus berupaya maksimal mencari dukungan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pusat agar program-program pembangunan daerah tetap berjalan lancar,” tambahnya.

.Petani Hemat Biaya Transportasi Apresiasi tinggi datang dari Kuwu (Kepala Desa) Jatimulya, Rastim.

Ia berterima kasih atas gerak cepat jajaran pemkab dalam memulihkan akses transportasi utama warga tani tersebut.

.Menurut Rastim, kerusakan jembatan sebelumnya memaksa petani memutar jauh lewat jalur alternatif, yang berujung pada membengkaknya biaya angkut hasil bumi.

Keberadaan jembatan yang kembali kokoh ini diyakini mampu menekan ongkos produksi secara signifikan.

.Jembatan Desa 3 ini memegang peran strategis sebagai jalur poros yang mengubungkan wilayah Desa Jatimulya, Desa Plosokerep, hingga akses ekonomi menuju Kecamatan Kroya.

Rastim juga meminta warganya mematuhi larangan melintas bagi armada besar demi menjaga aset berharga tersebut bersama-sama.