Bupati Lumajang Indah Amperawati Berharap, Ruang Digital Bisa Percepat Pengenalan Destinasi Wisata Lumajang ke Level Global

Oplus_131072

Lumajang – Kilas Nusantara.id – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa ruang digital kini telah bertransformasi menjadi arsitektur baru ekonomi pariwisata berbasis persepsi, di mana nilai ekonomi destinasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas fisik objek wisata, tetapi juga oleh konstruksi citra, narasi, dan pengalaman yang terbentuk melalui ekosistem digital.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Indonesia goid (IGID) Menyapa Lumajang dengan tema “Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia” yang digelar di Graha Nagara Bhakti Kantor BKPSDM Kabupaten Lumajang, Rabu (10/6/2026).

Bupati Lumajang Indah Amperawati, menyampaikan bahwa transformasi sektor pariwisata saat ini telah memasuki fase ekonomi persepsi, di mana keputusan berwisata sangat dipengaruhi oleh eksposur digital, ulasan media sosial, dan narasi pengalaman yang beredar secara masif di ruang publik digital.

Dalam konteks tersebut, ruang digital tidak lagi berfungsi sebagai alat promosi semata, tetapi telah menjadi mekanisme pembentuk permintaan (demand creation system) yang secara langsung memengaruhi minat kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Ia menegaskan bahwa perubahan pola konsumsi informasi wisata ini menjadikan distribusi narasi digital sebagai faktor strategis dalam memperluas jangkauan destinasi hingga ke level global, sekaligus mempercepat siklus pengenalan destinasi baru.

Oplus_131072

“Ruang digital telah menjadi faktor struktural dalam pembentukan ekosistem ekonomi pariwisata yang terhubung langsung dengan UMKM, ekonomi kreatif, serta sektor jasa lokal di daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemkab Lumajang memandang transformasi digital pariwisata sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis pengalaman (experience-based economy), yang tidak hanya menekankan pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas persepsi, daya tarik naratif, dan dampak ekonomi yang mengalir ke masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, ruang digital diposisikan sebagai instrumen penting dalam memperkuat citra daerah, memperluas akses pasar wisata, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal secara berkelanjutan.

(Dhr)