INDRAMAYU,KilasNusantara.id, – ” 2 Mei 2026.” Dalam upaya mempertahankan posisi Kabupaten Indramayu sebagai lumbung pangan nasional, Bupati Indramayu Lucky Hakim secara langsung melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman.
Pertemuan ini berlangsung di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis (30/04/26) kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan langsung surat permohonan dukungan fasilitas sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan bagi keberlanjutan dan peningkatan produksi pertanian di Indramayu.
Selain itu, Lucky menyampaikan ucapan terima kasih atas kolaborasi yang selama ini telah terjalin antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten.
“Terima Kasih kami ucapkan kepada Bapak Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman atas bantuannya kepada Kabupaten Indramayu,” ungkapnya.
Dalam dokumen bertajuk Permohonan Bantuan yang diserahkan kepada Menteri Amran, Bupati memaparkan secara rinci capaian luar biasa sektor pertanian Kabupaten Indramayu sepanjang tahun 2025. Bupati juga menegaskan posisi Indramayu sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan di Jawa Barat dan tingkat nasional.
Berdasarkan data ATR/BPN tahun 2025, Indramayu memiliki Luas Baku Sawah mencapai 124.517 hektare dengan Indeks Pertanaman (IP) sebesar 1,8 poin. Dengan komitmen yang kuat, pada tahun 2025, luas tanam padi berhasil mencapai total 251.971 hektare, sedangkan luas panen mencapai 249.817 hektare. Kerja keras seluruh pihak tersebut membuahkan hasil berupa produksi padi yang menembus angka sekitar 1,7 juta ton GKP dengan produktivitas mencapai 68,24 kwintal/ha, yang setara dengan jumlah produksi beras sekitar 900.931 Ton untuk periode Januari-Desember 2025.
Keberhasilan yang signifikan ini mendapat pengakuan di tingkat nasional, di mana Indramayu berhasil meraih penghargaan dari Presiden RI sebagai peringkat ke-7 dalam peningkatan produksi beras nasional serta atas dedikasi dan kontribusinya dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Namun demikian, Lucky Hakim menyadari, untuk mempertahankan prestasi ini, Indramayu harus menghadapi berbagai tantangan pertanian ke depan yang semakin kompleks, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, perubahan iklim, hingga kondisi sarana dan prasarana pertanian yang belum optimal.
“Sebagian jaringan irigasi dilaporkan mengalami kerusakan atau sedimentasi, yang menghambat distribusi air secara efisien, terutama pada musim kemarau, yang berpotensi berdampak pada pencapaian target peningkatan produksi dan produktivitas di masa mendatang,” ujarnya.
Oleh karena itu, melalui surat permohonan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengajukan dukungan fasilitasi sarana dan prasarana yang meliputi beberapa poin strategis, di antaranya normalisasi Waduk Cipancuh, perbaikan Bendung Karet Waledan di Cantigi, Bendung Karet Cipanas di Kandunghaur, dan Bendung Karet Pangkalan di Lohbener, serta kelanjutan Modernisasi Rentang Kanan.
Selain perbaikan infrastruktur fisik, usulan bantuan juga mencakup percepatan pengoperasian Bendungan Cipanas dan Daerah Irigasi Cikawung Premium serta Sadawarna, pembuatan kanal (Collector Drain) untuk mengantisipasi rob di lahan pertanian Kandanghaur sepanjang 7,5 km,
penyediaan 200 titik Irigasi Perpompaan (Irpom) dan 302 titik Jalan Usaha Tani (JUT), serta fasilitas alat dan mesin pertanian modern seperti drone, Combine Harvester Besar, Rotavator, Traktor Roda 2, Vertical Dryer, serta ratusan unit Pompa Air berbagai ukuran, demi mendorong modernisasi dan kesejahteraan para petani di Indramayu.
Sumber : (Diskominfo Indramayu)
Pewarta : Gunawan


















