Seluma,Bengkulu, KilasNusantara.id – Kabar mengejutkan sekaligus memilukan datang dari Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.Sebuah video yang memperlihatkan kerusakan parah pada Jembatan Matan di Desa Rawa Indah kini tengah viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.Jembatan yang baru saja diresmikan pada tanggal 6 Februari 2026 silam,kini dilaporkan mengalami keruntuhan struktur hingga tidak dapat lagi digunakan,hanya berselang dua bulan sejak dinyatakan selesai. Fakta yang membuat publik bertanya-tanya,pembangunan infrastruktur vital ini menyerap anggaran negara mencapai Rp16 Miliar.
Kejadian ini menyoroti dugaan kegagalan fungsi Infrastuktur yang sangat fatal.Jembatan Matan yang digadang-gadang sebagai solusi modern dan pengganti jembatan tua yang rawan,kini justru kondisinya jauh lebih memprihatinkan.Terlihat jelas adanya penurunan badan jembatan,retakan yang melebar, hingga pergeseran struktur yang membuatnya dinilai sangat berbahaya dan tidak aman untuk dilalui baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.7/April/26,
Kondisi ini tentu sangat ironi. Selama bertahun-tahun, masyarakat setempat harus berjuang melewati”Jembatan Tetunggit”yang miring dan nyaris ambruk.Mereka berjuang keras, mulai dari mengajukan proposal, menyuarakan aspirasi ke DPRD, hingga menembus tingkat provinsi, demi mendapatkan akses yang aman dan layak.
Penantian panjang itu akhirnya terwujud saat pembangunan Jembatan Matan dimulai pada tahun 2025,sebagai hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dengan Pemerintah Kabupaten Seluma yang dipimpin Bupati Teddy Rahman,dengan nilai kontrak mencapai Rp16 Miliar.
Namun,harapan itu kini berubah menjadi kekecewaan mendalam. Dalam waktu yang sangat singkat, infrastruktur yang dibangun dengan biaya fantastis itu justru mengalami keruntuhan fungsi yang sangat tidak wajar.
Ditinjau dari aspek teknik sipil, diduga kerusakan yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari 90 hari ini memunculkan banyak tanda tanya besar di kalangan publik dan ahli teknik.
Secara teknis,sebuah struktur jembatan dengan nilai investasi Rp16 Miliar yang dibangun sesuai spesifikasi desain,Rencana Kerja dan Syarat (RKS),serta menggunakan material berkualitas seharusnya memiliki umur layanan puluhan tahun dan mampu menahan beban statis maupun dinamis sesuai perencanaan.
Diduga Ambruk atau rusaknya jembatan dalam waktu sesingkat itu sangat tidak lazim.Hal ini memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan publik,mulai dari kecocokan kualitas material, kesesuaian dimensi konstruksi dengan gambar kerja,hingga prosedur pelaksanaan pekerjaan.

“Sampai saat ini kami belum bisa memastikan penyebab pastinya, Namun secara logika teknik,diduga kerusakan secepat ini dengan nilai anggaran sebesar itu sangat mengherankan dan perlu dikaji ulang secara mendalam,”ujar pengamat infrastruktur.Vani Mardiansyah,
Meskipun kondisi di lapangan sangat memprihatinkan dan memunculkan berbagai dugaan negatif,hingga saat ini masih berlaku Belum dapat dipastikan adanya dugaan kesengajaan pelanggaran atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek ini. Segala dugaan yang beredar di masyarakat maupun media sosial masih merupakan asumsi yang perlu dibuktikan kebenarannya melalui audit teknis dan penyelidikan resmi yang komprehensif oleh pihak berwenang.
Dampak Akibat kejadian ini,masyarakat Desa Rawa Indah dan sekitarnya diduga kembali terisolasi.Akses distribusi hasil tani kebutuhan pokok,hingga mobilitas warga untuk keperluan pendidikan dan kesehatan kembali terputus atau menjadi sangat sulit.
Publik kini berharap agar semua pihak terkait,mulai dari kontraktor pelaksana,konsultan pengawas, hingga instansi teknis,dapat memberikan penjelasan yang logis dan transparan terkait kerusakan ini serta nilai anggaran Rp16 Miliar yang telah digelontorkan.Negara mengucurkan dana besar untuk kesejahteraan rakyat,berharap secepat ini mendapatkan solusi selanjutnya,”
Hingga berita ini diturunkan,video Viral menunjukan kondisi jembatan yang rusak parah dengan nilai anggaran Rp16 Miliar terus menyebar luas di dunia maya dan memancing berbagai komentar dari netizen yang menuntut transparansi,serta perbaikan yang berkualitas demi kepentingan bersama.
Pewarta : Red Kaperwil Provinsi Bengkulu,


















