LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai menjaring qori dan qoriah terbaik melalui Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-VII yang resmi dibuka di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Ajang ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan kafilah terbaik guna menghadapi MTQ ke-53 tingkat Provinsi Lampung, sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Lampung Selatan, Firmansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa STQ tahun ini diikuti oleh 232 peserta yang berasal dari 17 kecamatan.
“Pelaksanaan STQ berlangsung selama tiga hari, dari 25 hingga 27 April 2026, yang tersebar di tiga lokasi, yakni Aula Sebesi PKK, Aula Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan, dan MAN 1 Lampung Selatan,” ujar Firmansyah.
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“STQ bertujuan sebagai syiar Islam untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperdalam pemahaman isinya, serta menyeleksi peserta terbaik untuk dibina menghadapi ajang tingkat provinsi,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
“Di tengah arus sosial yang dinamis, kita memerlukan kompas, dan kompas itu adalah Al-Qur’an. Bukan hanya dibaca, tetapi dipahami dan diamalkan. Itulah esensi dari kegiatan ini,” kata Darmawan.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek pembangunan karakter dan spiritual masyarakat.
“Pembangunan sejati adalah pembangunan manusia yang kokoh secara nilai dan moral. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Lampung Selatan,” ujarnya
Darmawan juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari panitia, ulama, hingga masyarakat, yang dinilai menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan STQ.
“Kolaborasi adalah kekuatan utama. Pemerintah dan ulama harus berjalan bersama untuk membangun daerah yang maju dan religius,” lanjutnya.
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan STQ sebagai momentum untuk tidak hanya berprestasi, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kita, Lampung Selatan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga melahirkan generasi yang religius, berdaya saing, dan berkarakter. Masa depan harus dibangun dengan iman dan ilmu,” kata Darmawan. (Nzr/ptm)


















