Daerah  

Program Penggemukan Ayam dan Ternak Ayam kampung Petelur Bumdes Sinar Harapan Desa Tengah Padang Disorot Publik Dana Tahun 2025 Rp 197 Juta Diduga Mengalami Kegagalan,

Bengkulu Tengah,  Kilasnusantara.id — Program Bumdes Sinar Harapan Desa Tengah Padang Kecamatan Talang Empat,Kabupaten Bengkulu Tengah,provinsi Bengkulu,yang bergerak di bidang penggemukan ayam,dan ternak ayam kampung petelur,dengan modal awal Rp, 197.950.000 juta rupiah,Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 menjadi sorotan publik,berpotensi diduga mengalami kegagalan,

Bumdes merupakan Aset Desa yang harus dipertanggung jawabkan secara hukum dengan dasar itu masuk kekayaan Negara yang berada disetiap Desa di Indonesia. Berharap menjadi kehidupan dan penghidupan,berkelanjutan justeru mengenaskan yang sangat memperihatinkan BUMDES sinar harapan desa Tengah Padang berpotensi mengalami Kegagalan.

“Paket program Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) di Desa Tengah Padang,Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, provinsi Bengkulu,dinilai mengalami potensi kegagalan anggaran cukup besar.Bedasarkan informasi yang di himpun oleh Tim awak media,pada hari Rabu, (21/1/2026),program BumDes sinar harapan Desa tengah Padang,di tahun 2025 awal pertama adalah penggemukan Ayam dan setelah itu panen,dijual lalu di lanjutkan dengan Ternak Ayam petelur, namun realisasi anggaran diduga berpotensi mengalami kegagalan hal ini seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga,sebagai pengurus ternak ayam kampung petelur,dirinya ditunjuk oleh pihak Bumdes menjelaskan untuk program pertama adalah penggemukan Ayam,setelah itu diganti dengan ternak ayam kampung petelur,lantaran di ganti dengan ayam kampung petelur karena tidak sebanding dengan Pur pakannya dan hasilnya tidak sesuai dengan pengeluaran untuk bibit awal ayam sebanyak kurang lebih 1000 ekor namun sebagian ada yang mati paling bersih tinggal 800 ekor, untuk harga pasaran penjualan nya 3 ekor 100 ribu”ujarnya.

“Lebih lanjut untuk bibit ayam kampung petelur ini hanya kurang lebih 200 ekor,namun kalau hanya segitu sangat sulit untuk berkembang tidak sesuai dengan untuk biaya pakannya,jangan kan hasil hampir 4 bulan merawat dan menjaga ternak ayam kampung petelur ini sama sekali belum menerima gaji atau upah,”kata ketua BUMDES ini untuk uji coba dulu,untuk anggaran nya memang besar namun kami tidak tau,kami hanya mengurus ayam dan jaga kandang,”ujarnya,”

Rumor terkait potensi diduga mengalami Kegagalan program Bumdes Sinar Harapan desa Tengah Padang dari penggemukan ayam dan berlanjut dengan ternak ayam petelur,semakin menguat dicermati ada dugaan kesalahan teknis, diantaranya kandang di bangun sebelum dikaji dengan matang potensi mengalmi kegagalan Uang negara di jadikan bahan untuk percobaan,dan kurangnya pemahaman dalam pengelolaan yang seharunya di kaji lebih dulu dan kordinasi dengan pihak yang membidangi dan petunjuk dari pihak peternak yang sudah cukup pengalaman dalam sistem pemeliharaan nya, mengingat dengan anggaran yang cukup besar,jelas jika program ini gagal maka sangat mubazir menghamburkan uang negara siapa yang bertanggung jawab??,

Artinya potensi mengalmi kegagalan dalam program ayam petelur kurang bisa mengarah kurang gizi dan juga bibit terlalu sedikit,jadi kurang produktif atau mungkin sebab lain yang diduga hanya menghabiskan anggaran Tampa manfaat bagi warga,atau kemungkinan besar terindikasi hanya di jadikan sebagai tempat ajang mencari keuntungan oleh oknum dan kelompok tertentu, pertanyaan mengarah kemana anggaran ratusan juta tersebut,

Sedang penggemukan ayam dan ternak ayam petelur yang di kelola oleh BUMDES Sinar Harapan desa Tengah Padang,modalnya mencapai 197 juta lebih diduga mengalami kegagalan hal ini justru berpotensi hanya menghambur hambur kan uang negara,dampak positif bagi warga setempat jauh dari harapan.

Lebih lanjut Tim awak media Arahan.id dan Kilasnusantara.id) konfirmasi kepada Kades tengah Padang Arisandi,pada hari Rabu di kantor desa menjelaskan, untuk terkait dana Bumdes langsung dari desa transfer ke rekening Bumdes kalau tidak salah kurang lebih hampir 197 sesuai dengan Pagu anggaran,program pengajuan oleh Bumdes Sinar Harapan tahun 2025 itu adalah penggemukan ayam, terus di lanjutkan dengan ternak ayam kampung petelur,kami pihak Desa hanya pengawasan dan menerima laporan dari Bumdes, berkembang atau tidak itu kami serahkan kepada pengurus Bumdes, langsung saja ke kandangnya,papar Kades Tengah Padang.

Tidak berhenti di situ Tim awak media mencoba untuk konfirmasi kepada ketua BUMDES Sinar Harapan desa Tengah Padang, melalui Via telpon (WhatsApp), terkait program ketahanan pangan penggemukan ayam dan berlanjut ke terenak ayam kampung petelur, benar potensi mengalmi kegagalan itu betul,di program penggemukan ayam dengan bibit kurang lebih 1000 ekor,ungkapnya,

Dan di lanjutkan dengan ternak ayam kampung petelur dengan bibit sebanyak 200 ekor,namun potensi kegagalan memang benar karena tidak sebanding dengan anggaran pakan ternak yang harus di sediakan,maka kita uji coba dulu untuk ternak ayam kampung petelur,karena kesalahan belum terlalu menanami,tentang pemeliharaan untuk gaji warga pengurus dan penjaga kandang memang benar belum di gaji selama kurang lebih 4 bulan,Saya bilang kita uji coba dulu jika ada hasil baru di hitung semua mungkin akan di tambah lagi untuk bibit nya,kemungkinan di bendahara masih ada anggaran,” tambah nya

Diharapkan agar pihak terkait dapat melakukan investigasi langsung ke lapangan untuk mengetahui dugaan kegagalan program Bumdes Sinar Harapan Desa Tengah Padang,memastikan bahwa program tersebut berjalan sesuai harapan agar tidak terjadi adanya indikasi penyimpangan anggaran yang di alokasikan,jika terbukti adanya indikasi dugaan terjadi penyimpangan, program penggemukan ayam,dan ternak ayam kampung petelur,BUMDES sinar harapan,desa Tengah Padang, jangan sampai uang negara dihabiskan,tanpa ada manfaat bagi warga setempat,

( Red Kaperwil provinsi Bengkulu )

Penulis: Sulaidi.S.&.Tim Editor: Red Kaperwil Provinsi Bengkulu,