KAB. CIREBON, KilasNusantara.id — Pengurus Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon,telah sukses menggelar acara pengajian istiqosah dan bersholawat dalam memperingati hari santri nasional 2025 Dangan mengusung tema ” Bersama Santri. Cirebon Hebat Membangun negeri.
PCNU Kabupaten Cirebon, menggelar PCNU Cirebon Bersholawat dan Istiqosah rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan penuh semangat dan kemeriahan. acara di gelar di alun-alun terminal weru kecamatan weru kabupaten cirebon
Hadir dalam acara bupati kabupaten Cirebon H.Imron Rosadi, M.Ag, Forkopinda, Kemenag kabupaten cirebon, Polresta Cirebon, Dandim, Danramil Weru, Kapolsek Weru, kepala dinas pendidikan, Kejari Kabupaten Cirebon, Alim ulama, ketua PCNU, ketua PB Anshor Kabupaten Cirebon, ketua Roiz Syuriah kabupaten Cirebon, Ketua panitia penyelenggara PCNU Kabupaten Cirebon,ketua tanfidziah,camat weru,tokoh agama,serta tokoh masyarakat dan para santri dan santri Wati kabupaten cirebon.
Kegiatan yang berlangsung pada 15 Novenber 2025 ini diisi dengan beragam agenda keagamaan, sosial, dan kebudayaan yang melibatkan seluruh elemen warga Nahdliyin di wilayah kabupaten cirebon.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan bedah buku Jejak Sejarah NU Cirebon yang Selanjutnya digelar lomba marhabanan,lomba gerak jalan bersarung, ziarah kubur, pentas seni dan tari,Pengajian istiqosah dan bersholawat,serta di meriahkan oleh Musik Rebbuzz (Rege Gambus Relisi ) Hamid Uye dari Jawa timur.
Acara bertema “Bersama Santri, Cirebon Hebat Membangun Negeri” ini menjadi momentum besar yang dirayakan dengan penuh kebersamaan oleh seluruh warga NU, Badan Otonom (Banom), lembaga, serta santri dari berbagai wilayah.
Ketua Pelaksana HSN 2025, Mujahidin Filhaqq, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini berjalan sangat istimewa karena semangat luar biasa dari warga Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Cirebon.
“Walaupun HSN jatuh pada 22 Oktober, antusiasme warga NU membuat rangkaian acara terus hidup hingga malam puncaknya hari ini,” ujar sosok yang akrab disapa Kang Jahid itu.
Ia menjelaskan bahwa perayaan tidak hanya terpusat pada malam puncak. Sejak sebelum 22 Oktober, Penguris NU tingkat Kecamatan atau Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Cirebon telah menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan HSN 2025.
Mulai dari khatmil Quran, pengajian, majelis taklim, hingga seminar yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga di bawah PCNU.
Kang Jahid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya acara, termasuk Pemerintah Kabupaten Cirebon, Kemenag, serta berbagai dinas. Ia juga menyoroti peran besar Muslimat NU dan Fatayat NU yang turut menghidupkan rangkaian acara dari awal hingga puncaknya.
Puncak HSN 2025 juga digunakan sebagai ajang peluncuran beberapa program strategis NU.
Lembaga Falakiyah (LF) meluncurkan kalender NU edisi terbaru, yang berisi waktu salat sepanjang masa serta penanggalan Hijriyah berbasis markaz PCNU Kabupaten Cirebon.
“Kalender ini menjadi salah satu bentuk inovasi LF untuk memberikan manfaat lebih bagi warga NU,-” jelas dia.

Selain itu, Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) juga meresmikan layanan sertifikasi wakaf yang diperuntukkan bagi warga NU yang ingin mempermudah pengurusan legalitas aset wakaf.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan peluang tersebut.
“Siapa saja warga NU yang ingin dipermudah proses sertifikasinya, silakan menghubungi LWP,-” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Kang Jahid menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan rangkaian acara HSN 2025 dan mendoakan seluruh pihak yang telah membantu agar mendapatkan balasan terbaik dari Allah Swt. “Semoga semua kebaikan panjenengan dibalas oleh Allah,-” ungkapnya
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M. Ag menegaskan bahwa keberadaan santri dan ulama merupakan fondasi penting dalam perjuangan bangsa sejak masa kemerdekaan hingga hari ini.
Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para ulama dan santri yang telah mengabdikan hidupnya bagi bangsa Indonesia.
“Santri dan alim ulama adalah sosok yang terus berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, sehingga kita bisa hadir bersama malam ini. Kita harus berterima kasih atas kiprah mereka yang membuat kita dapat menikmati kemerdekaan dengan nyaman,-” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peran santri dan kiai tidak boleh berhenti pada sejarah masa lalu, melainkan harus diteruskan untuk membangun masa depan Cirebon dan Indonesia.
Menurutnya, cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto tentang Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud jika seluruh lapisan masyarakat, termasuk santri dan ulama, ikut berperan aktif.
“Kita berharap generasi yang hidup sekarang bisa makmur. Itu hanya mungkin jika ada peran nyata dari ulama dan santri,-” imbuhnya.
Bupati Imron kemudian menjelaskan empat faktor penting yang menjadi pilar kehidupan masyarakat yang ideal. Pertama, keberadaan ulama yang mampu memberi arahan dan ketenangan hidup. Kedua, para dermawan atau aghniya yang membantu sesama. Ketiga, kelompok fakir miskin yang harus diperhatikan dan diberdayakan.
Keempat, sosok pemimpin yang adil.
“Empat faktor ini semoga terwujud dalam kehidupan kita,” katanya.
Ia menutup pesannya dengan harapan agar sinergi antara pemerintah, ulama, santri, dan seluruh elemen masyarakat terus menguat demi mewujudkan Cirebon yang lebih maju, sejahtera, dan berakhlak.
Gunawan



















