KUTACANE, KilasNusantara.id – Titi gantung atau jembatan gantung di Desa Seri Muda, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara dikhawatirkan saat pejalan kaki dan sepeda motor ketika melintas.
Terlihat landasan titi gantung kayu/papan berukuran sekitar 2 meter itu kini termakan oleh usia dan sebagian telah patah hingga terjadi lobang besar.
Walau memang beberapa kali warga mengadakan gotong royong untuk memperbaikinya dengan alat seadanya dan batang pinang menjadi penganti papan landasan jembatan titi gantung tersebut. Namun, ketahanan itu tidak kuat dan mudah patah serta bertahan hanya beberapa minggu.
Salah satu warga Desa Seri Muda yang tak ingin dipublikasi jati dirinya menyayangkan akan hal itu mengatakan, “kita bersama warga lainnya juga sering menutup/perbaiki landasan titi gantung yang berlobang akibat kayu/papan patah dan mengantinya dengan belahan batang pohon pinang.
Tapi, itu hanya tahan beberapa minggu saja kemudian patah kembali dan menimbulkan lobang,” ujarnya.
“Dan sekarang banyak sisi berlobang yang kita khawatirkan ketika pejalan kaki seperti anak sekolah SD SMP bahkan SMA dan warga lainnya saat melintas titi gantung itu ditakutkan landasan terpijah patah hingga jatuh ke bawah sungai kali Alas,” ucapnya.
“Kita minta pihak pemerintah daerah terkait agar tidak tutup mata akan hal ini dan berharap meninjau langsung dan mengupayakan kebutuhan titi gantung tersebut. Pasalnya, jembatan ini adalah akses terdekat beberapa warga di Kecamatan Darul Hasanah di 3 desa, yaitu seri muda, lawe pinis dan desa makmur jaya menuju jalan lintas Kutacane-Blangkejeren,” sebutnya kepada media ini Jumat (31/1/2025).
Pantauan awak media langsung ke lokasi, memang tampak cukup khawatirkan kondisi titi gantung tersebut. Karena terlihat landasan berlobang dan warga menyisipkan belahan batang pohon mengantikan kayu/papan yang patah untuk menutupinya.
(Ris/AD)


















