MUBA, kilasnusantara.id — Butuh perhatian instansi Pemerintah terkait perihal akses jalan longsor terputus yang berdomisili tepat di pemukiman masyarakat pinggiran sungai musi Desa Keban Satu, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, sabtu (06/05/2023)
Berdasarkan keterangan dari salah satu perwakilan masyarakat desa Keban Satu (1) bernama Darisman yang mana sempat awak media wawancarai langsung di lokasi jalan longsor tersebut mengatakan bahwa sudah dua tahun akses jalan putus akibat tanah pinggiran sungai musi yang longsor namun tak kujung diperbaiki
Kemudian Darisman menambahkan, perihal akses jalan di Trans Suakarsa Mandiri (TSM) desa Keban Satu (1) tempat kediamannya yang berada di jarak sekitar 2 km persis di penghujung akses jalan longsor terputus pertama desa keban satu (1) atau tepat nya di perkebunan kelapa sawit masyarakat yang mana badan jalan tersebut masih tanah merah.
Dengan terputusnya akses jalan tepat di pemukiman masyarakat desa keban satu (1) akibat tanah longsor tersebut, dan belum tersentuhnya pembangun akses jalan Trans Suakarsa Mandiri (TSM) yang mana badan jalan di maksud masih tanah merah.
Tentu hal ini sangat berdampak sekali pada tersendatnya transportasi dan perekonomian masyarakat Trans Suakarsa Mandiri(TSM) desa Keban Satu (1).

Pasalnya, apabila badan jalan yang masih tanah merah tersebut diguyur hujan, maka jalan akan licin susah di lewati masyarakat yang hendak beraktifitas lalu lalang ke kebun dan lain sebagainya melalui akses jalan tersebut.
Begitupun halnya dengan akses jalan yang terputus di desa keban satu (1) tentu sangat berdampak sekali pada tersendatnya transportasi angkutan buah kelapa sawit merupakan hasil panen perkebunan masyarakat Trans Suakarsa Mandiri (TSM) desa keban satu (1) yangmana hendak di bawa keluar menuju akses jalan lintas setiap satu bulan sekalinya, terpaksa putar balik lewat jalan tenga dikarenakan jalan pinggir sungai musi desa keban (1) terputus,”ungkap nya Darisman.
Selain itu,terkait beberapa titik tiang kabel listrik di Trans Suakarsa Mandiri (TSM) yang mana masih memakai tiang jenis kayu merupakan hasil tebangan swadaya masyarakat desa setempat yang mana tiang kabel listrik jenis kayu tersebut harus susah payah di ganti terus menerus setiap 6 bulan sekali dikarenakan kayu cepat rapuh tidak tahan lama.
“Saya selaku perwakilan penyampai suara masyarakat desa keban satu (1) sangat berharap sekali kepada instansi terkait pemerintah agar supaya turun memantau langsung ke lokasi agar supaya bisa mengetahui dengan apa yang selama ini menjadi keluhan kami masyarkat desa keban satu Trans Suakarsa mandiri (TSM),”tutup darisman.
(armadi)
















