Ragam  

LSM Gempur Berharap Seluruh Kepsek di Kabupaten Aceh Tenggara Boikot Pembelian Buku Penerbitan PT. Grafindo Media.

Pajri Gegoh Selian, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Pemburu Koruptor (GEMPUR)

KUTACANE, Kilas Nusantara — Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Pemburu Koruptor (LSM GEMPUR) Pajri Cegoh Selian, pada Jum’at (03/03) kepada media menyampaikan kepada seluruh jajaran kapala sekolah SD, SMP dan SMA di Kabupaten Aceh Tenggara untuk memboikot pembelian buku dari penerbit PT.Grafindo Media, pasalnya, buku yang diperjualkan untuk sekolah itu diduga tak ada kualitas, seperti isi buku dan kertas buku.

Menurut Pajri Cegoh Selian, Informasi ini telah disampaikan kepada seluruh sekolah untuk tidak lagi menjalin kerjasama dalam pembelian buku pada tahun 2023 ini, Selain itu kita, kita minta kepada aparat penegak hukum (APH) khususnya Polda Aceh melalui Dirkrimsus untuk segera melakukan lidik terhadap pengadaan buku sekolah pada tahun 2022 lalu,

Adapun anggaran untuk pembelian buku sekolah itu pada tahun 2022 itu bersumber anggaran dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan anggaran pendapatan belanja (APBK) Kabupaten Aceh Tenggara, dari kedua mata anggaran ini dapat kita kalkulasikan anggaran itu mencapai milyaran rupiah.

Pajri Cegoh Selian meminta kepada Polda Aceh untuk segera memeriksa seluruh kepala sekolah SD, SMP dan SMA dalam pembelian buku pada tahun 2022 yang lalu, karena dalam pembelian itu diduga kuat ada permainan hitam serta kongkalikong yang terus dilakukan antara pihak sekolah dan penerbit kata Gegoh.

“Pembelian buku SD, SMP dan SMA hampir setiap tahun dilakukan, namun mutu pendidikan di Kabupaten Aceh Tenggara masih terus menurun, artinya, kualitas buku yang dibeli oleh kepala sekolah itu diduga tak berkualitas, sehingga berdampak kepada anak didik kita”, jelas Pajri Cegoh Selian.

Kemudian Pajri Gegoh memaparkan bahwa diduga pengadaan buku sekolah ini memang menjadi ajang proyek yang sangat empuk bagi kepala sekolah dan penerbit yang setiap tahunnya, dalam hal ini memang tidak banyak Pemerati publik yang tahu, sehingga kita berharap kepada Polda Aceh untuk membongkar siapa sebenarnya mafia dalam pengadaan buku sekolah ini cetusnya.
(Tim)