Proyek Jalan Lingkungan Desa Tanjung Alai Mutu Beton Patut Dipertahankan,Diduga di Bawah Standar Usia Dini Sudah Mengalami Retak, 

Bengkulu Utara,  KilasNusantara.id – Pembangunan jalan lingkungan berupa cor beton yang dibiayai dari dana negara tahun anggaran 2025 di Desa Tanjung Alai, Kecamatan Napal Putih,Kabupaten Bengkulu Utara,menuai sorotan tajam,Pasalnya,infrastruktur yang diharapkan memudahkan akses warga ini baru saja dikerjakan beberapa bulan lalu,namun saat ini diduga telah mengalami retak-retak di sejumlah titik.Kondisi ini memicu kecaman dan memunculkan pertanyaan besar, terutama mengenai mutu beton yang digunakan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

 

Berdasarkan pantauan langsung tim media di lapangan,kondisi jalan cor beton tersebut terlihat sangat memprihatinkan.Di hampir ruas jalan,terlihat jelas diduga garis-garis retak yang muncul baik memanjang maupun melintang, Padahal jalan jenis ini secara standar teknis seharusnya memiliki daya tahan hingga puluhan tahun.Namun faktanya, usianya yang masih sangat muda sudah mengalami keretakan yang diduga disebabkan oleh kualitas material yang buruk atau dikerjakan asal jadi.

 

Hal inilah yang membuat mutu beton yang dipakai menjadi sorotan utama publik.Banyak pihak meragukan kualitas bahan baku yang digunakan,diduga ada pengurangan takaran material, penggunaan bahan di bawah standar hingga ketebalan lapisan yang diduga tidak sesuai ketentuan,Dugaan inilah yang dianggap menjadi penyebab utama mengapa bangunan ini mudah mengalami keretakan dalam waktu singkat.

 

Menurut keterangan warga setempat,pembangunan ini diduga merupakan program kerja Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara yang dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).Proyek tersebut dikerjakan oleh pihak kontraktor pelaksana dengan pendampingan dari konsultan pengawas yang ditunjuk resmi. Namun kondisi jalan diduga telah mengalami retak-retak ini menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan di lapangan.Masyarakat pun mempertanyakan kinerja semua pihak yang terlibat,mengingat hasil kerja yang dihasilkan jauh dari harapan dan standar kelayakan.

 

“Kalau tidak salah ini dibangun pemerintah kabupaten melalui Dinas PUPR.Waktunya,kalau tidak salah ingat sebelum Lebaran kemarin.Baru berapa bulan,tapi sekarang lihatlah sendiri sudah banyak retak-retak begini.Yang jelas,mutu betonnya patut dipertanyakan dan diduga di bawah standar,”ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut,tim awak media kemudian berusaha melakukan konfirmasi langsung kepada pihak berwenang.Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp,PLT Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Utara diminta memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek tersebut, Namun hingga saat ini,belum ada penjelasan rinci yang disampaikan.

 

“Nanti kita cek dulu datanya,” ucapnya secara singkat saat dikonfirmasi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dan mutu material yang dipermasalahkan.

 

Sementara itu,hingga berita ini diterbitkan,upaya konfirmasi yang dilakukan tim media kepada pihak kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas,beserta pihak-pihak lain yang bertanggung jawab,belum membuahkan hasil. Pihak-pihak tersebut belum dapat dihubungi dan belum memberikan keterangan apa pun terkait permasalahan retak-retaknya jalan cor beton tersebut.Tim media masih terus berupaya menghubungi semua pihak demi menjaga prinsip keseimbangan dalam pemberitaan.

 

Pengerjaan diduga proyek dilaksanakan pada tahun 2025, tepatnya akhir tahun,Lokasinya berada di kawasan permukiman warga Desa Tanjung Alai, Kecamatan Napal Putih,Kabupaten Bengkulu Utara.Keberadaan jalan ini awalnya disambut antusiasme warga,namun kini justru menimbulkan kekecewaan mendalam akibat kondisi yang sudah retak-retak di usia yang masih sangat muda.

 

Munculnya retak-retak dalam waktu singkat ini memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan.Fokus pertanyaan tertuju pada mutu beton yang digunakan.Diduga campuran adukan antara semen,pasir,dan kerikil tidak menggunakan takaran sesuai standar teknis yang disyaratkan. Selain itu,ketebalan lapisan beton juga diduga dibuat lebih tipis dari ketentuan yang tercantum dalam dokumen kontrak.

 

Jika dugaan ini terbukti benar, maka jelas terjadi pengorbanan kualitas demi keuntungan sepihak, Akibatnya struktur jalan diduga tidak memiliki kekuatan dan kepadatan yang cukup,sehingga mudah mengalami pergeseran dan berujung pada munculnya retak-retak,meskipun belum mendapat beban lalu lintas yang berat dalam jangka waktu lama.

 

Kondisi ini sudah tidak bisa dibiarkan begitu saja.Publik menuntut Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Utara agar segera memeriksa seluruh dokumen dan data proyek secara menyeluruh. Diperlukan juga audit teknis oleh tim independen untuk menguji secara laboratorium mutu beton yang digunakan,sehingga dapat dipastikan apakah diduga di bawah standar atau memang sudah memenuhi kualitas yang dipersyaratkan.

 

Jika hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya kesalahan, penyimpangan,atau kecurangan seperti yang diduga,maka kontraktor wajib memperbaiki atau membangun ulang jalan tersebut dengan kualitas yang benar,tanpa membebani anggaran negara lagi.Pihak-pihak yang bertanggung jawab, baik dari pelaksana maupun pengawas, harus diproses sesuai hukum yang berlaku agar menjadi efek jera.

 

Warga berharap agar pemerintah tidak hanya berjanji mengecek data,tetapi segera bertindak tegas Sebab ini menyangkut tanggung jawab penggunaan uang rakyat, serta hak masyarakat mendapatkan infrastruktur yang kuat,awet,dan tentunya bermutu tinggi.

 

Pewarta : Kaperwil Bengkulu