Daerah  

Pemerintah Desa Rancakasumba Gelar Musyawarah Desa Tentang Pembahasan dan Penetapn Perubahan RPJM Desa

Bandung || Kilasnusantara.id – Pemerintah Desa Rancakasumba menggelar acara Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Acara Musyawarah tersebut digelar di Goor Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, pada hari Jumat tanggal 03 Oktober 2025.

Musyawarah ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas adanya kebijakan pemerintah pusat terkait perpanjangan masa jabatan  Kepala Desa, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Desa hasil revisi terbaru tahun 2025.

Dalam forum musyawarah ini, Pemerintah Desa Rancakasumba bersama BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan unsur kelembagaan desa membahas penyesuaian dokumen RPJMDes agar tetap relevan dan sinkron dengan perpanjangan masa jabatan kepala desa hingga dua tahun ke depan.

Selain itu, perubahan RPJMDes juga ditujukan untuk menyelaraskan arah pembangunan desa dengan visi-misi Bupati Bandung yaitu “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera”, serta mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menjadi agenda strategis pembangunan nasional.

Pj Kepala Desa Rancakasumba H. Agung Rahadian, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perubahan RPJMDes ini merupakan langkah penting agar pembangunan desa tetap terarah, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. “Perpanjangan masa jabatan bukan sekadar waktu tambahan, tetapi menjadi tanggung jawab untuk menghadirkan program-program yang berkelanjutan, selaras dengan arah pembangunan daerah dan nasional,” Jelasnya.

Melalui Musdes ini, disepakati beberapa prioritas pembangunan baru yang akan dimasukkan dalam RPJMDes hasil perubahan, antara lain intervensi Tuberkulosis, konvergensi stunting, intervensi penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas infrastruktur desa, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih, serta pengembangan sektor pendidikan dan kesehatan yang inklusif.