Ragam  

Dana BOS SMA N 2 Kutacane Diduga Syarat Masalah, Kepsek Tak Mau Dikonfirmasi

Dana BOS SMA N 2 Kutacane Diduga Syarat Masalah, Kepsek Tak Mau Dikonfirmasi

KUTACANE, Kilas Nusantara — Seperti pepatah mengatakan, guru menjadi teladan bagi generasi muda, tetapi malah oknum guru yang melakukan tindak yang merugikan siswa dan orang tua. Ini jelas anggaran dana Biaya Operasional Sekolah (Bos) untuk SMA Negeri 2 Kutacane di Aceh Tenggara, namun diduga kuat dana BOS itu hanya memperkaya kepala sekolah saja.

Padahal tujuan khusus dalam menggunakan anggaran BOS pada jenjang pendidikan menengah Kejuruan sudah jelas peruntukannya, namun masih ada kepala sekolah di Aceh Tenggara termasuk kepala sekolah SMA Negeri 2 Kutacane yang berani tidak berbuka dalam penggunaanya. Seperti diketahui pemerintah melalui kementerian pendidikan Nasional APBN telah mengucurkan anggaran setiap tahun dengan satuan biaya untuk perhitungan besarnya dana Bos yang di berikan Pemerintah pusat kepada sekolah SMA sebesar Rp.1.400.000 per siswa setiap tahun berjalan.

Namun setiap item penggunaan anggaran BOS para oknum sekolah melalui kepala sekolah banyak melakukan penyimpangan dalam realisasinya, hal ini diduga tidak sesuai dengan juklak dan juknis Bos. Terpisah salah satu wali murid tidak mau sebut jadi dirinya kepada media kilas Nusantara pada Jum’at (24/02) mengatakan,” kesal kepada kepala sekolah SMA Negeri 2 Kutacane, dimana sejauh ini masih ada pungutan liar yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Negeri 2 Kutacane, salah satu pembayaran uang komite atau uang pembangunan serta uang lain sebagainya.

“Saya minta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan pendalaman lebih lanjut,” pinta wali murid.

Ditempat terpisah Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kutacane ketika di konfirmasi media kilas Nusantara pada Jum’at (24/02), namun sangat disayangkan, kepala sekolah SMA Negeri 2 Kutacane malah tak berada di sekolah, seperti pada Kamis (23/02) media kilas Nusantara hendak konfirmasi terkait hal itu, namun kepala sekolah SMA Negeri 2 Kutacane tidak mau ditemui wartawan, sehingga berita ini ditulis, kepala sekolah SMA Negeri 2 Kutacane belum bisa memberikan keterangan terkait penggunaan dan BOS tersebut
(Tim )