Tari Gunung Tumpang Pitu Yang Dibawakan Pemuda Kampung Anggur Memukau Ribuan Penonton di Karnaval Desa Sumbersuko

Lumajang – Kilas Nusantara.id – Gemuruh tepuk tangan pecah di sepanjang rute Carnaval Desa Sumbersuko 2026. Penampilan Tari Gunung Tumpang Pitu yang di bawakan oleh pemuda Kampung Anggur berhasil memukau ribuan penonton, Jum’at (28/8/2026).

Tarian khas itu menjadi salah satu sorotan utama dalam karnaval akbar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.

Dengan kostum megah dan gerak tari yang lembut namun bertenaga, kontingen no 17 dari RT 1,2,3,4/RW 02 Kampung Anggur menampilkan kisah dan filosofi Gunung Tumpang Pitu yang menggambarkan penaklukan bangsa jin yang selalu meminta persembahan/ tumbal.

Penonton di sepanjang jalan memadati lokasi untuk mengabadikan penampilan tersebut. Kombinasi tari tradisional, riasan, dan properti yang detail membuat Kampung Anggur jadi salah satu kontingen paling ditunggu.

“Ini bukan hanya tari, tapi cerminan karakter perempuan Lumajang yang anggun, kuat, dan berkharisma,” ujar salah satu penonton.

Kepala Desa Sumbersuko Ahmad Taufik menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah memeriahkan pawai budaya karnaval 2026 dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81.

“Terimakasih atas kekompakan dan antusias masyarakat, saya sangat mengapresiasi karya yang di persembahkan oleh pemuda Kampung Anggur ini adalah penampilan yang sangat bagus dan luar biasa,” jelasnya.

Oplus_131072

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga wadah untuk menunjukkan kekayaan budaya, kreativitas, dan semangat kebangsaan masyarakat Sumbersuko.

Hal senada juga disampaikan oleh Camat Sumbersuko Luluk Azizah, SKM.,M.Kes, Ia menegaskan bahwa karnaval ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih menyala di hati warga.

Pawai karnaval budaya tahun 2026 Desa Sumbersuko diikuti oleh puluhan kontingen dari lembaga dan umum. Dengan tema kebhinekaan dan kemerdekaan, acara ini sukses menyedot perhatian masyarakat dari berbagai daerah.

Penampilan Tari Gunung Tumpang Sewu yang di persembahkan oleh pemuda Kampung Anggur pun membuktikan bahwa budaya lokal tetap bisa menjadi magnet utama dalam pesta rakyat sebesar ini.
(Dhr)