Kuningan, KilasNusantara.id, – INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menerima kunjungan kerja Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, Selasa (29/9).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas serta pelaksanaan pelayanan, pembinaan, dan pengamanan di lingkungan Lapas Kelas IIA Kuningan.
Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut merupakan bentuk monitoring sekaligus tindak lanjut atas pemberitaan mengenai dugaan adanya perlakuan khusus terhadap warga binaan di Lapas Kelas IIA Cibinong.
Dalam kunjungannya, Sri Laelasari bersama jajaran Lapas Kelas IIA Kuningan meninjau berbagai fasilitas dan ruangan yang ada di lingkungan Lapas.
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ruang perkantoran, blok hunian warga binaan, sarana pembinaan, sarana pembinaan kemandirian, lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), fasilitas kesehatan, dapur, rumah dinas, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Usai melakukan peninjauan, Sri Laelasari menyampaikan bahwa berdasarkan hasil monitoring secara langsung, seluruh warga binaan di Lapas Kelas IIA Kuningan mendapatkan perlakuan yang sama.
“Saya kaget setelah tahu pemberitaan Lapas Cibinong Kabupaten Bogor adanya perlakuan istimewa terhadap warga binaan, maka hari ini saya monitoring ke Lapas Kelas IIA Kuningan berkeliling melihat semua ruangan dan di sini semua warga binaan diperlakukan sama tidak ada yang diistimewakan,” ujar Sri Laelasari.

Selain meninjau blok hunian, Sri juga melihat fasilitas kesehatan dan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai pelayanan yang diberikan kepada warga binaan secara umum cukup memadai, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam hal anggaran.
“Meskipun ada plus minusnya karena keterbatasan anggaran pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan namun secara umum fasilitas pelayanan kepada warga binaan saya nilai masih cukup baik,” ungkapnya.
Dalam aspek keamanan, Sri Laelasari turut memberikan perhatian terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di dalam Lapas.
Ia mengapresiasi langkah Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan yang secara berkala melakukan inspeksi mendadak ke kamar hunian warga binaan sebagai bagian dari deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan.
“Kasus narkoba menjadi perhatian serius karena jangan sampai ada warga binaan masih mengkonsumsi apalagi menjadi pengedar narkoba di Lapas ini,” tegas Sri.
Sementara itu, dalam peninjauan terhadap program ketahanan pangan, Sri Laelasari mengaku cukup puas melihat pemanfaatan lahan Lapas Kelas IIA Kuningan. Berbagai komoditas dikembangkan melalui kegiatan budidaya sayuran, buah melon, perikanan, serta peternakan kambing dan ayam yang melibatkan warga binaan.
Selain itu, terdapat pula pengembangan peternakan sapi di wilayah Palutungan, Kecamatan Cigugur.
Program pembinaan kemandirian juga terlihat melalui pemberdayaan ekonomi warga binaan, di antaranya pembuatan peci bermotif batik khas Kuningan, pembuatan roti, dan kegiatan menjahit.
Menurut Sri, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal setelah selesai menjalani masa pidana, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kemandirian ekonomi.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta monitoring yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Kuningan tersebut.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari keterbukaan kami kepada masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melihat secara langsung kondisi Lapas Kuningan.
Kami memastikan seluruh warga binaan mendapatkan pelayanan dan pembinaan sesuai dengan ketentuan, tanpa adanya perlakuan istimewa,” ujar Eries.
Eries menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan dan pemeliharaan terhadap seluruh fasilitas yang ada, sekaligus memastikan sarana dan prasarana dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya untuk mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan.
Kegiatan monitoring tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Lapas Kelas IIA Kuningan dengan DPRD Kabupaten Kuningan.
Melalui peninjauan secara langsung, komunikasi dan koordinasi antarlembaga diharapkan terus terjalin dalam mendukung penyelenggaraan Pemasyarakatan yang aman, tertib, transparan, dan akuntabel.




















