Ragam  

Dari Ruang Virtual ke Ruang Kelas: Transformasi Kompetensi Digital Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C  melalui Pelatihan Artificial Intelligence di Kabupaten Bandung

JAWA BARAT, KilasNusantara.id — Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kehadiran Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru bagi pendidik untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.

Namun, pemanfaatan teknologi tersebut memerlukan kompetensi digital yang memadai agar AI tidak hanya digunakan sebagai alat bantu, tetapi juga mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara bertanggung jawab.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI), menyelenggarakan program Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Penguatan Kompetensi Pembelajaran Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C di Kabupaten Bandung.

Program yang didanai oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Tahun Anggaran 2026 ini diketuai oleh Dr. Iip Saripah, M.Pd., bersama Dr. Asep Saepudin, M.Pd dan Dr. Viena Rusmiati Hasanah, M.Pd., serta didukung oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat.

Program pengabdian ini dilaksanakan selama delapan bulan yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, implementasi, monitoring, hingga evaluasi sebagai upaya memastikan keberlanjutan kompetensi yang diperoleh peserta.

Dalam wawancaranya, Ketua Tim PKM, Dr. Iip Saripah, M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C dengan kompetensi digital yang mampu mendukung proses pembelajaran di era transformasi digital.

“Harapannya, melalui pelatihan pemanfaatan AI ini tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C memiliki kompetensi di bidang digital yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran yang mereka laksanakan,” ungkap Dr. Iip Saripah, M.Pd.

Sebagai salah satu rangkaian utama dalam program tersebut, pelatihan disusun dalam dua tahapan yang saling berkesinambungan.

Tahap pertama dilaksanakan secara daring pada Senin, 6 Juli 2026, dengan menghadirkan Dr. Iip Saripah, M.Pd. dan Dr. Viena Rusmiati Hasanah, M.Pd. yang menyampaikan materi mengenai perkembangan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan.

Pada sesi ini, peserta diajak memahami perkembangan teknologi AI, peluang pemanfaatannya dalam pembelajaran, serta pentingnya penggunaan AI secara etis, kritis, dan bertanggung jawab oleh para pendidik.

Sebagai kelanjutan dari sesi daring, pelatihan tahap kedua dilaksanakan secara luring pada Rabu, 8 Juli 2026, bertempat di SD Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 21 tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C yang berasal dari berbagai PKBM dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kabupaten Bandung.

Dalam sambutan pembuka, panitia menyampaikan bahwa kegiatan luring merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya sehingga peserta diharapkan mampu memperdalam pemahaman melalui diskusi serta praktik secara langsung.

Selanjutnya, peserta memperoleh penguatan materi mengenai Deep Learning yang disampaikan oleh Dr. Asep Saepudin, M.Pd. Melalui sesi ini, peserta dikenalkan pada konsep dasar Deep Learning, cara kerja teknologi tersebut, serta relevansinya terhadap perkembangan AI yang saat ini semakin banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan.

Penguatan materi ini menjadi fondasi penting sebelum peserta memasuki sesi praktik pada pertemuan berikutnya.

Pada sesi praktik, Dr. Purnomo, M.Pd. mendampingi peserta mengeksplorasi berbagai platform berbasis AI yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, diantaranya Google Flow, ChatGPT, Gemini, Canva AI, serta berbagai aplikasi pendukung lainnya.

Peserta tidak hanya dikenalkan pada fitur-fitur setiap platform, tetapi juga mempraktekkan secara langsung pemanfaatannya untuk menyusun perangkat pembelajaran, membuat media ajar yang lebih menarik, menghasilkan konten visual, hingga merancang asesmen digital yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di satuan pendidikan masing-masing.

Seluruh kegiatan dirancang menggunakan pendekatan Competency-Based Training (CBT), sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif dan siap diterapkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta saling berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di PKBM maupun SKB.

Kesempatan untuk mencoba berbagai platform AI secara langsung memberikan pengalaman baru bagi para tutor dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan warga belajar.

Salah satu peserta, Ibu Susi Rahayu dari PKBM Babul Khoer Rancaekek, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan AI dalam penyusunan perangkat pembelajaran.

“Kesan-kesan saya setelah mengikuti kegiatan ini ternyata AI sangat membantu sekali kepada tutor-tutor untuk membuat perangkat pembelajaran salah satunya, dan untuk hal-hal yang lainnya supaya pembelajaran di PKBM Kabupaten Bandung semakin sukses,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Muhammad Faizal Yusul, S.Pd. dari SKB Kabupaten Bandung. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan akan menjadi bekal yang bermanfaat untuk dibagikan kembali kepada rekan-rekan pendidik di lingkungan kerjanya.

“Alhamdulillah setelah mengikuti pelatihan AI ini dapat ilmu yang banyak, tentunya. Kalau sudah dapat ilmu ini saya akan memberikan kepada satuan pendidikan yang ada di SKB,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI berharap pemanfaatan Artificial Intelligence tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata, tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket C.

Dengan dimulainya penguatan kompetensi melalui pemahaman perkembangan AI, pengenalan konsep Deep Learning, hingga praktik langsung menggunakan berbagai platform AI, para tutor diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan tuntutan era digital.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan penyelenggara pendidikan nonformal ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong transformasi digital pendidikan kesetaraan di Kabupaten Bandung.(Red)