KAB.SUKABUMI, Kilas Nusantara — Para petani di Desa Waluran, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat mengeluh karena sulitnya mendapatkan pupuk Urea dan NPK Phonska bersubsidi dari pemerintah
Menurut salah satu warga Pesawahan di Kampung Pangkalan, Desa Waluran yang bernama Udil mengatakan bahwa saat ini koperasi mengurangi hampir dari setengah dari jatah quota pupuk untuk para petani.
“Pertanian di Pesawahan yang luasnya sekitar 650 hektar karena kekurangan pupuk, Kemungkinan para petani akan terancam gagal panen hasil pertanian padi di desa ini,” ujar Udil.
Kemudian Udil mengatakan dengan tegas bahwa para petani mengharapkan kepada pemerintah setempat dan pejabat yang terkait untuk segera menangani masalah tersebut secepatnya.

Hal senada juga diungkapkan warga yang bernama Yayan, bahwa para petani di di Desa Waluran, Kecamatan Waluran mengusulkan supaya Koperasi pertanian yang diberi kuasa, tidak menjalankan usaha memonopoli sehingga pengusaha kecil bisa berusaha kembali.
“Kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menyebabkan tanaman padi para petani akan terancam gagal panen, karena tanaman padi saat ini memasuki masa pemupukan, dan kami para petani mengandalkan pupuk,” jelas Yayan.
Selanjutnya dari keterangan salah satu warga bahwa harga pupuk juga berbeda jauh dari harga Komunitas Pertanian dan Perkebunan Indonesia
“Komunitas jauh lebih murah, kalau di kampung pupuk urea dijual Rp.125 000/50 kg, sedangkan di komonitas harganya Rp.65000/50 kg, Kalau Ponska di komunitas Rp.80 000/50 kg kalau dikampung saya koperasi jual Rp.145 000/50 kg,” jelasnya.

Diapun sangat khawatir, pengurangan pupuk para petani di pangkalan dibawa ke daerah lain karena keinginan mendapatkan untung yang besar.
“Dan saya mendapat kabar bahwa penjualan pupuk di salah satu daerah di sukabumi sekarang menjadi Rp1 juta untuk 100 kg pupuk,” pungkasnya.
Penulis : Abdul Rohman


















