Lumajang – Kilas Nusantara.id – Upaya mencegah stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang baik, berlanjut selama masa menyusui, hingga anak memasuki periode pertumbuhan. Keluarga memiliki peran penting dalam memastikan asupan makanan yang beragam dan seimbang, termasuk memenuhi kebutuhan protein hewani melalui konsumsi ikan.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat menghadiri kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di Desa Barat, Kecamatan Padang, Kamis (8/10/2026).
Dewi mengatakan, ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung berbagai zat gizi penting bagi tubuh. Konsumsi ikan menjadi salah satu pilihan untuk mendukung pemenuhan gizi, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan anak-anak dalam masa pertumbuhan.
“Pencegahan stunting harus dimulai sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan keluarga adalah memastikan asupan makanan yang bergizi, beragam, seimbang, dan kaya protein,” jelasnya.
Menurut Dewi, pemenuhan gizi tidak cukup hanya menjadi perhatian ketika anak mulai menunjukkan masalah pertumbuhan. Kebiasaan makan yang baik perlu dibangun sejak dini agar kebutuhan gizi dapat diperhatikan secara berkelanjutan selama masa pertumbuhan anak.
Karena itu, ia mendorong keluarga untuk menjadikan ikan sebagai bagian dari menu sehari-hari. Masyarakat juga dapat memilih jenis ikan yang mudah diperoleh dan sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga sehingga pemenuhan gizi tidak harus bergantung pada bahan pangan berharga mahal.

Dewi menegaskan bahwa pencegahan stunting membutuhkan perhatian dan keterlibatan keluarga dalam membangun pola makan yang sehat. Asupan bergizi, beragam, dan seimbang perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan pada waktu tertentu.
“Mari kita mulai dari keluarga kita sendiri: makan ikan, makan bergizi, hidup sehat, dan cegah stunting,” ajaknya.
Melalui GEMARIKAN, edukasi konsumsi ikan menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong masyarakat lebih memperhatikan kualitas pangan keluarga. Gerakan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa pemenuhan gizi sejak dini merupakan investasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Dewi berharap kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga, sehingga anak memperoleh dukungan yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.
“Gemar makan ikan, keluarga sehat, anak tumbuh optimal, dan generasi Lumajang semakin berkualitas,” pungkasnya.
(Dhr)



















