Lumajang – Kilas Nusantara.id – Penguatan ketahanan wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan negara, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) Nararya Kirana di Kabupaten Lumajang diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah.
Harapan tersebut mengemuka saat kunjungan kerja Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, dalam rangka meninjau progres pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan Tahap IV di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Rabu (3/6/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, bersama jajaran Forkopimda, Forkopimca Senduro, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sejumlah instansi terkait.
Wakil Bupati Lumajang mengatakan bahwa kehadiran Yonif TP Nararya Kirana memiliki nilai strategis karena tidak hanya memperkuat ketahanan wilayah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan.
“Kehadiran Yonif TP Nararya Kirana bukan hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan satuan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal, peningkatan konektivitas wilayah, serta berkembangnya berbagai peluang usaha yang mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.
Lebih jauh, keberadaan Yonif TP dinilai mencerminkan pendekatan pembangunan yang menempatkan ketahanan wilayah dan kesejahteraan masyarakat sebagai dua hal yang saling mendukung. Ketahanan yang kuat tidak hanya dibangun melalui kesiapsiagaan pertahanan, tetapi juga melalui masyarakat yang berdaya, wilayah yang berkembang, dan ekonomi lokal yang tumbuh.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, menegaskan bahwa pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari strategi penguatan ketahanan wilayah yang terintegrasi dengan pembangunan daerah.
Menurutnya, keberadaan Yonif TP di berbagai daerah di Jawa Timur diharapkan mampu memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan dari sisi pertahanan, tetapi juga dari berkembangnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Di Kodam V/Brawijaya saat ini sudah berjalan empat tahap pembangunan Yonif TP dan ke depan akan terus dikembangkan. Kami berharap keberadaannya dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat maupun pembangunan wilayah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan dukungan seluruh pihak agar proses pembangunan berjalan lancar serta mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Pangdam menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang, TNI-Polri, Perhutani, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak yang telah mendukung proses pembangunan Yonif TP Nararya Kirana.
Melalui pembangunan Yonif TP Nararya Kirana, Lumajang diharapkan tidak hanya memiliki penguatan ketahanan wilayah yang semakin baik, tetapi juga memperoleh peluang baru dalam pengembangan ekonomi lokal, peningkatan aktivitas masyarakat, dan percepatan pembangunan kawasan yang berkelanjutan.
(Kom/Dhr)


















