PENDUNG HILIR, KilasNusantara.id — Seorang pelatih sepak bola usia dini bernama Mursalim diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pemuda setempat saat sedang melatih anak-anak di lapangan desa, Sabtu sore (09/05/2026).
Berdasarkan keterangan salah satu warga yang enggan disebutkan namanya dan hanya menggunakan inisial (D), peristiwa tersebut bermula ketika Mursalim sedang melatih anak-anak SD di lapangan Desa Pendung Hilir sesuai jadwal yang sebelumnya telah dikoordinasikan dengan ketua karang taruna setempat.
“Pak Mursalim sedang melatih anak SD Pendung Hilir. Itu sudah izin sama ketua karang taruna, jatah latihan Sabtu sore dan Minggu pagi,” ujar warga berinisial (D).
Namun di tengah kegiatan latihan, sejumlah pemuda disebut datang ke lapangan untuk bermain sepak bola.
Salah satu pemuda yang disebut bernama Efri diduga langsung masuk ke lapangan bersama rekan-rekannya.
Menurut keterangan warga, Mursalim sempat meminta agar para pemuda menunggu hingga latihan selesai sekitar pukul 17.00 WIB.
“Pak Mursalim bilang tunggu sebentar, jam 5 mainlah karena latihan mau selesai. Tapi Efri ini diduga langsung cekcok mulut dengan beliau lalu memukul beliau hingga terjadi baku hantam,” ungkapnya.
Situasi disebut semakin memanas ketika seorang pemuda lain bernama Riko diduga ikut membantu Efri dalam perkelahian tersebut.
“Setelah beliau jatuh, rekan-rekan Efri yang jumlahnya lebih dari 10 orang diduga ikut mengeroyok. Sudah jatuh masih juga diinjak, ditendang dan dipukul,” tambah sumber tersebut.
Akibat kejadian itu, Mursalim dikabarkan mengalami sejumlah luka akibat dugaan pengeroyokan yang terjadi di lapangan desa tersebut. Dan akibat kejadian itu korban terluka parah hingga harus di larikan ke RSUD sungai penuh untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pihak keluarga korban menyatakan bahwa kasus ini telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan berharap proses hukum berjalan secara adil.
“Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini dengan seadil-adilnya,” ujar pihak keluarga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun aparat kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
(Dominaldi)


















