PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Indonesia Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Barat menegaskan komitmennya memperkuat organisasi dan peran strategis BUMDes melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026, di Dyan Cafe & Resto, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Rakor ini menjadi momentum penting bagi Forum BUMDes Indonesia DPW Jawa Barat dalam memperkokoh konsolidasi internal sekaligus menyatukan visi dan langkah seluruh pengurus serta perwakilan daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus DPW, perwakilan Forum BUMDes kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta unsur mitra strategis yang selama ini terlibat dalam penguatan ekonomi desa.
Ketua Forum BUMDes Indonesia DPW Jawa Barat, Dimas Insani, SH, menyampaikan bahwa Rakor bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk memastikan arah gerak Forum BUMDes tetap sejalan dengan tantangan dan kebutuhan desa di Jawa Barat.
“Soliditas organisasi adalah kunci. BUMDes tidak akan kuat jika forum sebagai wadah koordinasi dan advokasi tidak tertata dengan baik,” ujar Dimas dalam arahannya.
Ia mengapresiasi tingginya tingkat kehadiran peserta Rakor, yang menurutnya mencerminkan keseriusan dan komitmen bersama dalam membangun organisasi yang profesional, responsif, dan berdampak langsung bagi penguatan ekonomi desa.
Dalam kesempatan tersebut, Dimas menekankan pentingnya pembenahan internal organisasi, khususnya terkait kelengkapan administrasi, validasi data BUMDes, serta penataan struktur kelembagaan di seluruh kabupaten dan kota.
Menurutnya, administrasi yang tertib dan struktur yang jelas menjadi fondasi utama untuk memperkuat legitimasi Forum BUMDes di mata pemerintah maupun mitra eksternal.
“Forum BUMDes harus siap secara administrasi dan kelembagaan. Ini menjadi syarat utama untuk membuka ruang kolaborasi, investasi, dan kerja sama lintas sektor,” tegasnya.
Melalui Rakor ini, Forum BUMDes Indonesia DPW Jawa Barat juga memfokuskan lima program prioritas yang akan menjadi fokus kerja organisasi ke depan. Program tersebut meliputi pengembangan inovasi dan digitalisasi BUMDes, penguatan investasi dan rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemanfaatan teknologi dan hilirisasi sektor pertanian desa, pembentukan pusat kerja sama bisnis desa, serta penguatan sinergi BUMDes dengan pemerintah, swasta, dan lembaga terkait.
Dimas menjelaskan, kelima program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi BUMDes, sekaligus mendorong peningkatan daya saing usaha desa di tengah dinamika ekonomi regional maupun nasional.
“Kita ingin BUMDes tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh sebagai kekuatan ekonomi desa yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sebelum memasuki agenda utama Rakor, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti Zoom Meeting yang membahas Program Primadesa. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat pemahaman pengurus terhadap kebijakan serta program nasional di bidang pembangunan dan pemberdayaan desa.
Rapat koordinasi berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan. Diskusi interaktif, penyampaian gagasan, serta masukan dari peserta menjadi bagian penting dalam merumuskan langkah-langkah strategis Forum BUMDes Indonesia DPW Jawa Barat ke depan.
Melalui Rakor ini, Forum BUMDes Indonesia DPW Jawa Barat berharap dapat memperkuat peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan desa di Jawa Barat.
Syafarras


















