Diduga Menyalahi Aturan, Proyek Pembangunan Siring Irigasi di Jalan Air Kemuning Kota Bengkulu

BENGKULU, KilasNusantara.id — Sebuah proyek pembangunan Siring irigasi sepanjang kurang lebih 40 meter yang berlokasi di jalan Air Kemuning RT.13/RW.05, Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu diduga proyek siluman karena tidak memasang papan nama kegiatan proyek.

Sebuah keprihatinan yang mengejutkan, diketahui muncul sebuah proyek Siring irigasi sepanjang kurang lebih 40 meter tersebut masih misteri, karena diduga tidak memasang papan Plang nama kegiatan, serta bersumber dari mana anggaran proyek tersebut.

Setelah awak media telusuri proyek pekerjaan Siring irigasi tersebut, diduga adalah sumber dana yang di alokasikan berasal dari anggaran dana Swakelola dari APBD.tahun 2024 Bidang pemeliharaan Dinas PUPR Kota Bengkulu.

Hal ini disampaikan salah satu Kepala pekerja yang berada di lokasi kegiatan proyek pada hari jumat tanggal 5/7/2024 pukul.14.00.WIB.

Saat di wawancarai awak media, kepala pekerja tersebut menjelaskan bahwa kegiatan pembangunan ini memang dari awal pekerjaan diduga tidak pernah di pasang papan informasi pekerjaan, “tapi saya kurang tau persis kalau tidak salah ini proyek dari Dinas PUPR Kota Bengkulu,” kata dia.

“Saya yang memborong pekerjaan proyek ini kepada salah satu yang bertanggung jawab atas kegiatan pekerjaan proyek ini, kalau tidak salah alamatnya di daerah Bentiring, jika mau lebih jelas masalah sumber anggaran dana proyek pembangunan Siring irigasi ini tanya langsung sama yang bersangkutan saja, saya hanya yang mengerjakan mengenai anggaran dananya juga kurang mengetahui secara pasti jelasnya, tapi kalau keseluruhan bangunan ini sekitar 40 meter,” paparnya.

Dari pantauan awak media, terlihat kondisi pekerja tersebut dengan kasat mata di lapangan diduga dikerjakan asal jadi saja melihat kondisi Siring irigasi yang mana hanya dengan mengunakan acian saja yang lebih tebal.

Serta dasar lantainya belum selesai dikerjakan sudah mulai hancur tergerus dengan aliran air, diduga adukan semen dan pasir tidak sesuai dengan ukuran yang seharusnya hanya adukan tersebut 1sak semen 3.kelenteng pasir.

Menurut keterangan pekerja di lapangan sehingga dapat menimbulkan lebih cepat hancuran tidak dapat bertahan lama di memanfaatkan bangunan Siring irigasi tersebut.

Dan terlihat kondisi di lapangan diduga tidak ada pengawasan kegiatan pekerjaan proyek baik dari Dinas PUPR Kota Bengkulu maupun yang punya proyek tersebut yang bertanggung jawab.

Dengan kurangnya perhatian pengawasan sehingga dapat menimbulkan merugikan Keuangan Negara.

Dalam perencanaan kegiatan tersebut disinyalir melupakan faktor terpenting yang di perhatikan di antaranya papan informasi tentang pekerjaan supaya masyarakat dapat mengetahui dari mana anggaran yang di bangunkan Siring irigasi tersebut.

Seharusnya publik memgetahui, sehingga tidak menimbulkan tanda tanya, apa mengunakan anggaran dana swadaya masyarakat atau dana dari uang Negara.

Patut diduga proyek tersebut syarat untuk mencari keuntungan pribadi dan kelompok kelompok tertentu saja.

Selanjutnya, guna keberimbangan berita, Awak media menemui Yosef selaku Kepala Bidang (Kabid) Bina marga Dinas PUPR Kota Bengkulu untuk mengkonfirmasi tentang kegiatan pekerjaan proyek yang berlokasi di Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar. RT.13/RW/05.

“Kegiatan pembangunan proyek Siring irigasi tersebut merupakan kegiatan rutin pemeliharaan Dinas PUPR anggaran Dana swakelola masalah papan informasi tentang kegiatan pekerjaan proyek, itu tidak mesti dipasang, karena anggarannya kecil cuma sekitar Rp40juta saja, karena kegiatan itu sifatnya swakelola,” jelas Yosef di ruang kerjanya.

Kemudian Yosef menerangkan, Adapun terkait mengenai pengawasan di lapangan mungkin di saat wartawan lagi berada di lapangan, kemungkinan pengawas lagi jam istirahat dan itu kegiatan tidak kita pihak ke 3.

“kan kita dari pihak Dinas PUPR langsung yang mengerjakan dan mengawasi cuma kita cari tukang saja yang mengerjakan,” papar Yosef.

Seharusnya sebagai pegawai PNS di Dinas PUPR, Yosef memahami aturan yang berlaku, seperti Kewajiban memasang Plang Papan nama proyek yang sudah tertuang dalam peraturan presiden (Perpres ) Nomor 54.tahun 2010 dan Perpres No 70.tahun 2012.

Selain itu ada Permen PU No.12 tahun 2014 tentang pembangunan drainase kota, infrastruktur jalan dan proyek irigasi Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai Negara wajib memasang papan nama proyek.

Pewarta : Adi.S