Ragam  

Diduga Dokter Bedah Di Aceh Tenggara Telah Lakukan Malapraktek Di Agara, LIRA Agara Minta Tangkap Oknum Dokter Tersebut

KUTACANE, Kilasnusantara.id – Diduga telah melakukan malpraktik (tindakan medik “buruk” yang dilakukan dokter dalam hubungannya dengan pasien) di sebuah rumah sakit RSIA yang terletak di Desa Kuta Cane Lama, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara Salah seorang oknum dokter bedah, dr. Ike Yoganita Bangun, Sp.B terhadap salah seorang pasien yang bernama Emelya Matondang (24) warga Desa Lawe Rakat, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), diketahui kejadian malpraktik atau Diagnosa keliru terhadap pasien Emelya (24) terjadi pada Selasa 14/05/2024 lalu.

Menurut Bupati LIRA Aceh Tenggara M. Saleh Selian penindakan medis yang dilakukan dr. Ike pada Sabtu 18/05/2024, dalam diagnosa di prakteknya, dr. Ike mengeluarkan bahwa pasien mengalami benjolan di tulang belakang, namun anehnya pada penindakan medis yang dilakukan oknum dr. Ike malah melakukan tindakan medis di bagian perut depan. Ini sangat keliru Kata M. Saleh Selian kepada media ini pada Rabu 12/06/2024.

Seperti diketahui surat tanda registrasi dokter Ike itu dengan Nomor Registrasi : WB00000400669439 yang dikeluarkan oleh dr.PATTISELANNO ROBERTH JOHAN, MARS selaku KETUA KONSIL KEDOKTERAN tertanggal 01-01-2024 (satu Januari dua ribu dua puluh empat) dan SURAT IZIN PRAKTIK DOKTER dengan Nomor : 503/019/DPMPTSP-AGR/I/2024 yang dikeluarkan oleh Ir.EDI SUVRIADI,MM selaku KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU tertanggal 12-01-2024 (dua belas Januari dua ribu dua puluh empat), untuk itu kami minta kepada pihak yang berwenang untuk segera mencopot izin praktik yang di lakukan oleh dr. Ike.

Dijelaskannya, secara hukum suatu tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis harus berasaskan perikemanusiaan, keseimbangan, manfaat, perlindungan, penghormatan terhadap hak dan kewajiban, keadilan, gender dan nondiskriminatif dan norma-norma agama sebagaimana ketentuan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (selanjutnya disebut UU Kesehatan).

Namun, dalam praktiknya suatu pelayanan kesehatan dikenal resiko medis dan malpraktik medik. Namun bagi pasien yang mengalami luka berat maupun kematian sebagai akibat dokter melakukan pelayanan dibawah standar medis, maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai malpraktik.

Atas perbuatannya, dr. Ike diduga sempat dilaporkan korban Emelya Matondang (24) warga Desa Lawe Rakat Lawe, Kecamatan Sigala-Gala ke Polres Aceh Tenggara, namun setelah laporan korban masuk, dr. Ike melakukan upaya perdamaian, namun hal itu tidak menutup ruang hukum untuk memproses dr. Ike secara hukum.

“Untuk itu kami minta kepada Kapolda Aceh melalui Subdit Tipidter Polda Aceh untuk segera menangkap dr. Ike yang telah melakukan ugal-ugalan sehingga mengakibatkan kerugian kepada pasien Emelya Matondang,” sebutnya Saleh Selian.

Ditempat terpisah, dr. Ike Yoganita Bangun, Sp.B ketika dikonfirmasi wartawan Aceh Tenggara melalui whatsapp pribadinya mengatakan, terkait hal itu, saya tidak tahu menahu, singkatnya.

(Ris/AD)